Semua berawal dari ku melangkahkan kaki pergi dari kampung halamanku, Begitu banyak hal yang kupelajari hingga aku tak tahu mana yang benar dan yang mana yang salah,melihat antara yang besar dan yang kecil sehingga dimana aku paham antara titik terendah dan tertinggi.
pertengahan tahun lalu aku berangkat pergi ke kota medan salah satu tempat/tujuan yang ingin aku kunjungi untuk meneruskan satu tujuan ku yaitu melanjutkan study ku, cita-cita itulah menurut kaca mata versiku,,
Dari menginginkan title yang diharapkan aku mendapat pengalaman yang lebih didunia yang sesungguhnya,menjadi pengamat politik itulah harapku kedepan. Mencoba UMB,SNMPTN, mengikuti ujian masuk IPDN(Institut Pendidikan Dalam Negeri) yang aku tidak benar-benar menginginkannya sudahku jalani semua. Sia-sia?? Pandang seseorang perempuan tua yang ku kagumi sosoknya dia lah ibu yang sangat kusayangi,,,, mengikuti semua itu tidaklah aku merasa nyaman karena keinginan hatiku bertolak belakang padanya,,, terkadang aku menyesali apa yang telah aku lakukan dulu sewaktu mengikuti itu semua,,, yang halnya seseorang pemuda tidak menginginkan benih yang ditanam dirahim seseorang wanita disebut sebagai pelacur saat ini sebagai perbuatan haram versi AGAMA yang kini tidakku yakini lagi keberadaannya…
Dan akhirnya aku menjadi seseorang yang tidakku kenal lagi
Siapakah aku?,Apa aku ini?,Dimana aku?,Siapa tuhanku?,kapan aku mati?,Untuk apa aku hidup?
Itu lah segelimang pertanyaan yang bersarang dengan gagahnya dikepalaku,,,
Perjalananku berakhir dikota bandung,dimana identik dengan perbuatan maksiatnya, dan terkadang aku bangga berada dikota ini,namun disisi lain aku heran mau jadi apa aku disini apa yang telah aku perbuat,seakan pertanyaan lagi muncul dikepalaku yang ukurannya tidak seberapa besar d’banding sebuah durian montong yang aku rindukan akan baunya,, aku bahkan bukan diriku lagi disaat aku pergi meninggalkan sekolah yang ku cintai,walaupun makna cinta tidak dapat aku ukir semua didalam catatan ini, yang dulunya aku adalah seorang aktivis yang dibanggakan teman-teman sejawatku,seolah adalah bintang,
Aku masih ingat peristiwa melawan seorang panitita Marching band(hahahah) maklumlah aku dulu adalah seseorang yang tinggi eksistensinya, “siapa yang maju dulu?” menanyakan tentang kapan aku dan teman-teman menampilkan kreasi didepan walikotaku,setelah sekian lama latihan,
”sekolah itu dulu” kata sang panitia yang aku ingat kumisnya seperti pak raden di acara TV dulu sewaktu aku kecil,
“Wah ngga’ bisa donk pak,tadi bapak bilang yang maju dulu adalah sekolah yang datangnya paling awal”dengan nada tergesa aku sanggah omongannya,,,
”yang mengatur siapa? Kau atau saya” itulah jawabanya
Begitu panjang pertengkaran aku dan sang panitia sampai aku bosan melihat tampangnya yang sangat jelek dan aku membencinya itu,,Walaupun aku tidak merasa kalah maka aku sudahi saja pertengkaran yang dia menganggap dirinyalah yang berkuasa dan aku hanya anak ingusan yang tidak berhak bicara kepada dia yang lebih seorang pelayan masyarakat(yang bagiku adalah seorang pelacur)
Entahlah aku benar atau salah,,, yang pasti teman-teman pasti membelaku atas tingkahku yang brutal namun teratur itu,,, keresahanku makin tak berarti sampai saat aku menulis catatan ini jikalah aku masih belum berfikir untuk apa aku disini, tetapi perlahan tapi pasti aku sudah mengetahui seklumit permasalahnku yang ku hadapi tidaklah beda dengan orang-orang yang ber ada di sekitarku,,,
Yang pertama siapa aku?
Jawabannya adalah orang yang senang dipuji yang menganggap hasil kerja mereka adalah hasil kerjanya sendiri,namun hinanya aku akan hal itu masih dibawah rata-rata di banding mereka yang menjadi pemimpin-pemimpin kapitalisme,walaupun aku baru menyadari hal itu setelah aku kehilangan 50.000 uangku yang baru aku pakai buat pergi kewarnet,,,wah,wah,wah
Apa aku ini?
Jawabanya adalah manusia yang berperilaku sebagai bintang (ABID orang yang lebih mengikuti hawa nafsu) versiku setelah melihat kadar keselamatan yang diajukan kepadaku oleh pembimbingku.
Dimana aku?
Jikala bertanya tentang ini aku masih ragu akan diriku sudah benar atau belum kah aku ini?,sudah berada dijalan yang diajarkan oleh beliau kah(seseorang yang aku kagumi) Muhammad Saw,,,masih dalam tahap pikirku seakan setan bersemayam dilubuk hatiku yang mungkin akan aku singkirkan keberadaanya.
Siapa tuhanku?
Inilah pertanyaan yang paling senang aku jawab karena pemahaman yang SALAH selama ini aku yakini adalah benar,teringat disaat main bersama seorang pacarku terdahulu yang tidak perlu aku sebutkan namanya,dimana aku hampir melakukan hal yang sangat aku dan setan inginkan disaat itu(ng*nt*t-red),kepala nya dah masuk pikirku,entahlah itu adalah bisikan dari sesuatu yang tidak aku ketahui,tiba-tiba aku mengingat sosok seorang TUHAN,setelah aku fikir ulang apakah TUHAN itu,terkadang aku mengantuk disaat mendengar kutbah jum’at yang sekarang jarang aku lakukan lagi seakan berdo’a dalam hati”maafkan aku ya ALLAH”,sehingga aku tidak mendengarkan para KUTBAHTER-KUTBAHTER(ulama menurut penuturan teman satu kostku) sehingga aku tidak memaknai arti tuhan itu sendiri,aku menemukan suatu pembenaran akal sehat berdasarkan Qur’an Dan Hadist yang aku bahas, bahwasanya AGAMA Dan TUHAN Is’t Bulsyit bagiku, dan aku dengar-dengar orang banyak memperdebatkan hal itu,yaitu LAILAHAILALLAH = tiada tuhan selain ALLAH dan menurutku adalah Ilah disitu adalah penguasa,bos,ketua sehingga orang yang ber Syahadat harus membebaskan diri terhadap sesuatu yang mengikatnya dan hanya mengaharapkan ridho Ilahi,sehingga tidak ada lagi istilah TUHAN = ALLAH
Tergantung kita menuhankan apa saja,Nafsu misalnya,harta apalagi,sesuatu yang kita anggap berharga…begitulah versiku memandangnya
Dan ketika Tuhan Ditanya ”Apa Agamu Ya Tuhan?” jika dia membenarkan bahwa dia mempunyai agama, maka dia tidak pantas menjadi Tuhan
Jawabannya adalah Tiada Tuhan selain kau dan Tiada Rabb Selain ALLAH Swt
Kapan aku Mati?
Pertanyaan yang sangat aku takuti seakan ingin lari sejauh mungkin dari malaikat pencabut nyawa(Izroil),bukankah aku tahu bahwa mati,jodoh,rezeki diatur oleh ALLAH Swt, hanya saja aku sangat takut akan kematian ini,yang aku harapkan takutku tidak melebihi takutku kepada ALLAH Swt, Rencana menurutku adalah sesuatu yang tepat untuk hal yang satu ini,yaitu rencana yang aku atur tidak seperti parmitu(parminum tuak/tukang minum-minuman keras) mereka berkata
“Klo Tuhan ntar nanya elo” Siapa Tuhanmu?”elu ngga’ usah suseh-suseh ngejawab,elu diemin aje ampe dia marah,”ntar klo dah marah dia bakalan nendang elu tu,nah klo dah marah banget kan ntar ketendang ama die nye kekencengan,ntar nerake nye kelewatan,nyampe dah lu d’ surge,jadi ngga’ useh suse-suse”(jiahhahahha)
Perencanaan diakhirat menurutku, Dan terakhir
Untuk apa aku hidup?
Terjawablah sudah
aku Hidup Untuk Surga ALLAH
maka “bantulah wahai saudaraku”
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar